Mengenali Profil Resiko Sebelum Mulai Investasi Reksadana
Reksadana merupakan instrumen investasi yang bisa dipilih terutamanya untuk Anda investor pemula. Reksadana mempunyai keuntungan yang bisa didapatkan mulai dari bisa mulai investasi ini dengan modal 100 ribuan, mempunyai resiko yang rendah dibandingkan saham, dan juga bisa dilakukan dengan aman sekarang ini karena tersedia reksadana yang ditawarkan bahkan secara online. Hal tersebut memudahkan Anda pemula untuk memulai investasi reksadana.
Ketika ingin memulai berinvestasi dengan reksadana bisa untuk memilih jenisnya yang tepat terlebih dahulu. Hal tersebut bisa ditentukan dari tujuannya yang dipunyai, sehingga bisa membantu mendapatkan produk reksadana yang tepat. Selain itu sebelum memilih reksadana juga bisa mengetahui profil resiko yang dipunyai terlebih dahulu. Dengan mengetahui profil resiko tersebut bisa membantu mendapatkan dan memilih produk reksadana yang tepat. Profil resiko ini merupakan cara untuk dapat mengetahui resiko yang bisa dipunyai dan disesuaikan dengan portofolio yang dipunyai. Sehingga ketika mengetahui profil resiko tersebut akan sesuai dengan sikap saat menghadapi resiko investasi reksadana yang dipunyai.
Profil resiko reksadana ada tiga yang perlu dikenali, yaitu seperti berikut ini:
- Profil resiko pertama adalah untuk konservatif. Resiko ini bisa dipilih bagi yang mudah panik sehingga akan tidak bisa untuk menghadapi faktor resiko yang besar. Untuk orang yang mudah panik ini cocok untuk produk reksadana yang mempunyai resiko rendah. Sehingga resiko kerugian yang dipunyai juga rendah, tetapi dengan keuntungan yang didapatkan juga tidak terlalu besar. Profil resiko konservatif ini sangat cocok untuk produk reksadana pasar uang dan pendapatan tetap dengan resiko yang rendah.
- Profil resiko kedua adalah moderat yang mempunyai toleransi sedang atau menengah. Sehingga jenis yang cocok untuk digunakan adalah bisa menerima kerugian dan mengetahui apa yang perlu dilakukan.
- Profil resiko terakhir adalah agresif yang mempunyai profil resiko yang paling tinggi terhadap resiko investasi. Jenisnya yang paling cocok adalah saham dan indeks.
Tiga jenis profil resiko reksadana di atas bisa menjadi pertimbangan untuk memilih jenis reksadana yang tepat ketika akan mulai untuk berinvestasi reksadana.