Terapkan Pola Mengatur Keuangan Ini Untuk Ekonomi Keluarga yang Stabil
Memiliki keluarga baru banyak hal baru yang juga harus mulai diterapkan. Termasuk di dalamnya adalah cara mengatur keuangan agar kelak dapat menjadi pondasi ekonomi yang kuat dan stabil untuk keluarga. Mengatur keuangan memang bukan perkara yang mudah khususnya bagi pasangan baru. Perlu komitmen dan kerja sama yang solid agar sistem yang efektif bisa berjalan dan berhasil di masa depan. Tak perlu muluk-muluk, berikut ini adalah pola mengatur keuangan untuk pemula yang mudah namun efektif demi masa depan yang mapan:
- Hitung penghasilan keluarga rata-rata selama satu bulan.
Jika suami dan istri sama-sama bekerja, maka ada dua penghasilan di dalam keluarga. Buat kesepakatan terlebih dahulu mengenai dua penghasilan ini apakah akan digabung menjadi satu atau memiliki peranan masing-masing.
- Buat skala prioritas.
Setelah menghitung penghasilan keluarga, terapkan rasio pengeluaran. Ada beberapa contoh ratio yang umum digunakan seperti 50 kebutuhan – 30 hutang – 10 tabungan – 10 investasi, atau 50 kebutuhan -40 hutang – 10 tabungan jika Anda terlanjur memiliki cicilan besar seperti KPR. Tentukan mana yang sesuai dengan kondisi keluarga saat itu. Prioritaskan membayar hutang agar lebih cepat selesai dan bunga yang dibebankan tidak semakin besar.
- Miliki dana darurat.
Dana darurat adalah tabungan yang memiliki jumlah minimal dan tidak boleh diambil untuk kebutuhan melainkan hanya untuk kepentingan darurat saja. Besar dana darurat minimal 5 kali pengeluaran bulanan. Simpan dana darurat dalam sebuah tabungan tersendiri atau deposito.
- Buat catatan pemasukan dan pengeluaran.
Catat semua pemasukan dan pengeluaran dalam keluarga. Buat analisa setiap kali selesai satu periode pemasukan untuk menjadi pertimbangan di bulan berikutnya. Dengan begitu Anda bisa melihat di pos mana masih terjadi pengeluaran yang melebihi budget keuangan.
Satu lagi yang tak kalah penting adalah menerapkan pola hidup sederhana di semua aspek kehidupan agar tidak ada pengeluaran yang berlebihan dan tidak bermanfaat. Lakukan cara-cara di atas dengan konsisten agar apa yang diusahakan dapat tercapai dan ekonomi keluarga menjadi terus stabil.